Read More
Linguistik: Pengertian Morfologi, Jenis, dan Contoh
Linguistik: Pengertian Morfologi, Pembagian, Jenis, dan Contohnya
Dalam studi ilmu bahasa (linguistik), terdapat beberapa cabang penting yang menjadi fondasi pemahaman kita tentang bahasa, salah satunya adalah morfologi. Artikel ini akan membahas secara komprehensif mengenai pengertian morfologi, jenis-jenisnya, serta dilengkapi dengan contoh-contoh yang relevan.
Definisi Morfologi (Morphology)
Secara etimologis, istilah "morfologi" juga dikenal dalam disiplin ilmu biologi, di mana ia merujuk pada studi tentang bentuk organisme dan bagian-bagiannya. Dalam konteks linguistik, morfologi memiliki definisi yang serupa secara konseptual, tetapi objek kajiannya adalah bahasa. Morfologi adalah cabang linguistik yang mempelajari tentang struktur internal kata, khususnya formasi kata dan hubungan antarbagian kata (morfem). Morfem sendiri diartikan sebagai unit tata bahasa terkecil yang memiliki makna.
Klasifikasi Morfem
Berdasarkan kemampuannya untuk berdiri sendiri, morfem secara garis besar diklasifikasikan menjadi dua kategori utama: morfem bebas dan morfem terikat.
1. Morfem Bebas (Free Morphemes)
Morfem bebas adalah morfem yang dapat berdiri sendiri sebagai sebuah kata yang utuh dan memiliki makna, tanpa perlu bergabung atau terikat dengan morfem lain. Morfem jenis ini mencakup kelas kata seperti verba (kata kerja), nomina (kata benda), adjektiva (kata sifat), preposisi (kata depan), dan lainnya. Sebagai contoh: study (verba), man (nomina), kind (adjektiva), on (preposisi).
Lebih lanjut, morfem bebas dapat dibagi menjadi dua subkategori:
-
Morfem Leksikal (Lexical Morphemes): Merupakan morfem yang membawa muatan makna utama atau inti pesan (konten) dalam komunikasi. Kelompok ini termasuk ke dalam kelas kata terbuka (open class) karena anggotanya terus bertambah seiring perkembangan bahasa. Contohnya meliputi:
- Verba: read (membaca)
- Nomina: baby (bayi)
- Adjektiva: cool (keren)
-
Morfem Fungsional (Functional Morphemes): Merupakan morfem yang terutama berfungsi untuk menunjukkan hubungan gramatikal antar kata dalam suatu kalimat, bukan membawa makna leksikal yang konkret. Kelompok ini termasuk ke dalam kelas kata tertutup (closed class) karena anggotanya relatif tetap. Contohnya meliputi:
- Konjungsi (kata hubung): but (tetapi)
- Preposisi (kata depan): at (di)
- Artikel (kata sandang): the
- Pronomina (kata ganti): she (dia perempuan)
2. Morfem Terikat (Bound Morphemes)
Morfem terikat adalah morfem yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai kata yang utuh. Morfem ini harus melekat atau terikat pada morfem lain (biasanya morfem bebas) untuk dapat membentuk kata yang bermakna. Morfem terikat dibagi menjadi dua jenis berdasarkan pengaruhnya terhadap kata dasar:
-
Morfem Derivasional (Derivational Morphemes): Morfem ini berfungsi untuk membentuk kata baru atau mengubah kelas kata (leksem) dari kata dasar yang ditempelinya. Proses ini disebut derivasi. Morfem derivasional dapat berupa awalan (prefixes) atau akhiran (suffixes). Dalam bahasa Indonesia, fenomena ini dikenal luas sebagai proses pengimbuhan (afiksasi).
Contoh: Kata beautiful (indah, adjektiva) terbentuk dari kata dasar beauty (kecantikan, nomina) yang mendapat imbuhan akhiran "-ful". Imbuhan "-ful" ini mengubah kelas kata dari nomina menjadi adjektiva. Karena mengubah kelas kata dan menghasilkan entri leksikal baru, "-ful" diklasifikasikan sebagai morfem derivasional tipe suffix.
-
Morfem Infleksional (Inflectional Morphemes): Morfem ini berfungsi untuk menunjukkan aspek gramatikal tertentu, seperti jumlah, kala (tense), atau milik, tanpa mengubah kelas kata atau makna dasar leksem. Morfem ini tidak menciptakan kata baru, melainkan hanya menyesuaikan bentuk kata agar sesuai dengan konteks gramatikal kalimat.
Contoh: Kata books (buku-buku, nomina jamak) terbentuk dari kata dasar book (buku, nomina tunggal) yang mendapat imbuhan akhiran "-s". Imbuhan "-s" di sini berfungsi untuk mengindikasikan bahwa nomina tersebut bermakna jamak (plural). Proses ini tidak mengubah leksem dari kata tersebut; baik book maupun books tetaplah nomina. Oleh karena itu, "-s" (penanda jamak) adalah contoh morfem infleksional.
Catatan: Artikel ini merupakan ringkasan profesional dari materi yang tersedia di agibalaja.blogspot.com.